SILENT RADICALISM: Model Deteksi dan Pencegahan Ideologi Ekstremis di Kepolisian

Buku ini, “Silent Radicalism : Model Deteksi dan Pencegahan Ideologi Ekstremis di Kepolisian” merupakan pertanggungjawaban ilmiah yang lahir dari sebuah disertasi penulis pada masa studi program Doktoral Ilmu Kepolisian, STIK. Fokusnya bukan hanya menunjukkan bahwa radikalisme dapat masuk ke Instansi Polri, tetapi menjawab pertanyaan yang lebih penting tentang bagaimana strategi pencegahan yang selama ini dijalankan, bagaimana pola penyebaran dan faktor penyebab keterpaparan itu bekerja, dan bagaimana mengkonstruksi model pencegahan yang lebih komprehensif.

SILENT RADICALISM: Model Deteksi dan Pencegahan Ideologi Ekstremis di Kepolisian

Institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memiliki tanggung jawab besar sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. Sebagai alat negara yang lahir dari rahim perjuangan kemerdekaan, Polri mengemban mandat konstitusional tidak hanya untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga sebagai penjaga ideologi negara, yaitu Pancasila.

Namun, dengan dinamika sosial dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, radikalisasi tidak lagi datang hanya dari luar, tetapi telah memasuki ruang internal, termasuk di dalam kepolisian. Oleh karena itu, penguatan sistem deteksi dini dan pembinaan ideologi yang moderat menjadi hal yang sangat krusial untuk mencegah penyebaran ideologi ekstrem yang dapat mengancam tugas dan fungsi Polri.

Tantangan radikalisme kontemporer saat ini telah bermutasi menjadi fenomena psikososial dan digital yang sangat cair. Ancaman tidak lagi sekadar berbentuk serangan fisik, melainkan telah menyusup ke dalam alam pikir dan struktur keyakinan bangsa, termasuk potensi infiltrasi ke dalam institusi keamanan negara. Radikalisasi di lingkungan Polri sering kali bersifat laten, gradual, dan terfragmentasi melalui ruang digital, sehingga menuntut adanya respons kebijakan yang bersifat preventif-integratif

Buku ini hadir sebagai kajian yang sangat relevan dan strategis dalam membedah masalah infiltrasi ideologi ekstrem di Instansi kepolisian. Penulis secara komprehensif menawarkan Model Pencegahan Terpadu yang mengintegrasikan dimensi psikologis, sosial-relasional, dan operasional-struktural. Pendekatan ini sangat penting untuk membangun "sistem imun" alami bagi institusi dalam menghadapi penetrasi ideologi transnasional.